Solo Trip ke Yogyakarta via Semarang & Solo


source : Google

Hai Dear!

Kali ini aku ingin berbagi cerita experience aku solo trip ke Yogyakarta hari pertama. Solo trip memang sudah jadi bucketlist aku, awalnya mau mulai tahun kemarin ke Bali, tetapi masih ragu banget dan lumayan jauh dari kota tempat tinggalku, akhirnya tahun ini beraniin diri ke Yogyakarta sendirian. Siapa coba yang tak kenal Yogyakarta?, salah satu provinsi di Pulau Jawa yang terkenal akan kekentalan adat dan budaya Jawa-nya yang masih dilestarikan sampai sekarang loh. Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta saat ini dipimpin oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X. Yuk, langsung saja kita ke cerita inti ya!.

Hari itu tanggal 16 Februari 2022 aku berangkat dengan persiapan yang matang menuju Yogyakarta, aku kali ini hampir semua transportasinya gratis!. Oke, yang pertama aku dari rumah menuju stasiun Kota Pekalongan yang terletak di Jl. Gajah Mada. Aku naik kereta Kamandaka keberangkatan pukul 08.04 WIB duduk di seat 6B. Dan kalian tau?, aku mendapatkan tiket itu gratis lho, karena aku menukarkan cashback gopaycoins dari pembelanjaan barang di Tokopedia. Ini aku kasih juga bukti kalau aku bayar pakai gopaycoins.

bukti bayar pakai gopaycoins

Aku nggak langsung tiba di Yogyakarta nih dear, tapi ke Kota Semarang dulu, karena kalau dari Kota Pekalongan yang langsung ke Yogyakarta pakai kereta api hanya satu kali, yaitu kereta joglosemarkerto yang tiketnya lumayan mahal menurut aku. Karena sebagai anak ekonomi harus bisa budgeting ya biar saving untuk keperluan lainnya saat di Yogyakarta nanti.

Setelah 1 jam 15 menit perjalanan melewati hutan dan pinggir laut utara Jawa yang sangat indah, kereta Kamandaka tiba di Stasiun Semarang Poncol yang terletak di Jl. Imam Bonjol nih dear. Aku duduk-duduk sebentar di tempat tunggu penumpang biar badan engga pegal karena duduk dikursi tegak kereta ekonomi hihihi.

Kemudian aku memesan ojek online untuk ke Taman Kasmaran, pasti kalian bertanya kok ke taman?, katanya ke Yogyakarta. Sabar dulu dear, udah aku tulis juga ya dijudulnya via Semarang & Solo. Oke, aku langsung naik ojek online dan menuju Taman Kasmaran atau outlet dari Aragon Transport.

Yap dear bener banget!, aku naik travel ini buat ke Solo, harganya Rp. 60.000 tiap penumpang dengan fasilitas bisa dibilang worth it!. Karena dapat air mineral juga untuk menemani perjalanan kita dan via tol loh ini travel. Kalian bisa booking tiketnya disini ya. Setelah kalian membayar, akan dapat bukti konfirmasi seperti ini.


Estimasi dari Kota Semarang ke Kota Solo kurang lebih 2 jam perjalanan via tol trans jawa. Start dari outlet Taman Kasmaran itu sekitar jam 10 pagi dear dan ya karena travel jadi harus menjemput penumpang lain tapi tetap on time banget.

Setelah selesai menjemput semua penumpang, pak sopir langsung bergegas mengarahkan mobil Toyota HiAce yang dikendarainya masuk ke tol Banyumanik. Jujur ini pertama kalinya aku melintasi tol trans jawa, karena aku biasanya pakai kereta api kalau pergi keluar kota. Pemandangannya bagus banget, beruntungnya cerah dihari itu. Ini aku kasih liat pemandangannya dari dalam mobil ya, serius indah banget!



Pembawaan pak sopir sangat enak dan cepat menyalip mobil-mobil didepannya namun tetap hati-hati kok dear. Travel keluar di gerbang tol Colomadu setelah perjalanan kurang lebih satu jam, kemudian berlanjut melintasi jalan arteri menuju Kota Solo. Sengaja aku nggak pilih akhir pekan, namun masih tetap aja macet jalan arteri menuju Solo. Karena aku takut nggak kedapatan KRL Solo-Yogya jam 12.00 siang. Untungnya pak sopir gesit dan nggak genap 2 jam dari estimasi, kami tiba di pool Aragon Transport yang ada di Jl. Slamet Riyadi. 

Kemudian aku langsung memesan layanan ojek online lagi menuju Stasiun Solo Balapan, padahal sebenarnya lokasi pool Aragon Transport itu dekat sekali dengan Stasiun Purwosari, namun aku takut nggak kebagian tempat duduk mengingat waktu itu jam istirahat kantor. Jujur, berpindah-pindah kota dan transportasi menuju satu kota tujuan sangat menarik dan mengasyikkan bagiku, karena aku bisa melihat sisi lain dari kota-kota yang aku singgahi selain lewat media televisi dan elektronik.

Sampainya di Stasiun Solo Balapan, aku langsung menuju jalur KRL dan tidak lupa men-tap e-money milikku hadiah dari IDX Islamic. Untuk informasi, tarif KRL relasi Solo-Yogya maupun sebaliknya Rp.8.000, aku mengira jalur KRLnya dekat, ternyata jauh sekali dari pintu masuk stasiun, sampai-sampai harus menaiki semacam jembatan penyebrangan orang yang menghubungkan dua sisi stasiun. Dengan napas terengah-engah aku langsung memasuki rangkaian KRL nomor 657 itu, sudah pada tahu pastinya kalau KRL duduknya berhadapan dan bebas dimana saja asalkan tetap memprioritaskan beberapa tipe orang.


KRL relasi Solo-Yogya ini akan berhenti dibeberapa stasiun untuk menaikkan dan menurunkan penumpang di diantaranya Stasiun Solo Balapan, Stasiun Purwosari, Stasiun Gawok, Stasiun Delanggu, Stasiun Ceper, Stasiun Klaten, Stasiun Srowot, Stasiun Brambanan, Stasiun Maguwo, Stasiun Lempuyangan dan berkakhir di Stasiun Yogyakarta dengan waktu tempuh kurang lebih satu jam perjalanan lebih delapan menit. 

Lagi-lagi disuguhi pemandangan sawah khas pedesaan yang indah dalam perjalanan KRL ini, aku selalu mengucap syukur pada Yang Maha Kuasa atas semua nikmat yang telah diberikan-Nya kepadaku. Setelah perjalanan yang lumayan lama, aku tiba dipemberhentian terakhir KRL itu, yap Stasiun Yogyakarta di Jl. Pasar Kembang atau Stasiun ini biasa disebut Stasiun Tugu.

Dihari pertama di Yogyakarta, aku menginap di hotel favoritku,  yaitu Artotel Yogyakarta yang berada di Jl. Kaliurang KM.5 (jujur memang agak jauh dari stasiun, tetapi mau gimana lagi kalau udah nyaman pasti balik lagi). Ojek online selalu menjadi andalanku kemana-mana, apalagi dipakein voucher tarifnya makin hemat banget!. Aku langsung pesan ojek online dan menuju ke Artotel Yogyakarta, namun aku ke ATM terlebih dahulu karena aku pay at hotel kali ini sistem pembayarannya. Oiya, aku booking lewat agoda ya, karena waktu itu menurutku harganya paling affordable dan sudah termasuk sarapan.

Sampainya di Artotel, aku langsung check-in dan membayar tarif hotel itu, tidak lupa mengisi formulir serta menyerahkan kartu identitas untuk dicopy. Sebenarnya mau dibuat halaman untuk review Artotel ini, namun karena aku tidak banyak dokumentasi saat disana jadi aku gabung ke sini aja ya. Jujur, Artotel karena basennya memang hotel plus art jadi semuanya eye catching banget, dari eksterior sampai interiornya. Yang khas dari Artotel ini adanya seluncuran berwarna emas dilobby hotelnya yang ikonik banget!. Oiya, masih diarea lobbynya juga ada mini art gallery yang diisi oleh seniman lokal dan tiap 3 bulan sekali diganti loh. Jadi menurutku pas jika disebut hotel plus art. Ini ada beberapa foto saat dikamar sekaligus room tour.




cermin di kamar mandi di Artotel juara!


TV yang besar puas menonton

Karena aku lapar, aku memesan makanan paling laris saat ini, apalagi kalau bukan Mie Gacoan!, aku pesan 2 porsi mie, 1 porsi udang keju dan 1 gelas teh tarik via shopeefood, enak semuanya aku kasih rate 8.5/10 boleh lah karena ini first time aku cobain Mie Gacoan ini dear!. Dan ini penampakannya.
Setelah makan memang ya kebiasaan orang tuh tidur hahaha, aku tidur soalnya kelelahan akibat perjalanan yang panjang dear. Bangun-bangun udah gelap dong itu langit, kemudian aku mengirim pesan ke temanku yang kuliah di Yogyakarta sekiranya bisa atau enggak menemaniku keluar malam itu. Dan ya, keberuntungan masih berpihak di aku, temanku mau dan malam itu kami menuju Gor Klebengan yang berada dekat dengan komplek Universitas Gadjah Mada. Kami hanya membeli beberapa camilan kecil kemudian langsung kembali ke hotel untuk makan dan istirahat dear, karena hujan mulai mengguyur daerah Sleman malam itu. 

Kita sambung ke hari ke dua ya....

BestRegards

Rafid's

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Solo Trip ke Yogyakarta via Semarang & Solo (Hari ke 2)

Game Favorit

Greeting Introduction